Belajar Kalah

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Hai hai...

Selamat datang di blog saya yang simple ini....

Berjumpa di postingan pertama saya , kata orang sih seribu langkah dimulai dari satu langkah. Di langkah pertama ini, saya akan mulai dengan Judul "Berani Kalah", Why? Kok Kalah Sih?

Ya, terlalu banyak dari kita, terutama saya, tidak pernah siap dengan yang namanya kekalahan.... Dari hal kecil deh, main game misalnya, ketika kita kalah begitu banyak kata-kata yang keluar apalagi sampai bawa-bawa kebun binatang segala. Ya, kita lebih sering mengeluh, putus asa, dan gamau lagi berjuang kalau udah nemu yang namanya kata "kalah". Ada lagi, satu sifat bahaya orang yang ga siapa kalah, yaitu mudahnya menyalahkan orang lain. Di dalam suatu tim, keluarga, organisasi atau whatever lah, ketika kita kalah atau gagal, kita lebih sering dengan mudahnya nyari kambing hitam.

Berapa kali sih tiap ada kejadian yang ga enak dalam tanda kutip kalah atau gagal, langsung nyalahin orang lain. Tanpa mikirin apakah kita sudah berkontribusi dengan baik atau belum. Misalnya lagi ngerjain proyek nih gagal, dengan mudahnya kita langsung mikirin orang lain kalau dia salah, ga becus, ketrampilannya kurang, ga komitmen dan sebagainya. Tanpa mikirin selanjutnya, gimana komunikasi tetap dijaga sama tim kalau kita akan mengerjakan project selanjutnya, dan belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya untuk menyelesaikan project yang terbaru.

Sekecil apapun salah orang itu, pasti kita cari, tanpa sadar dan menunjuk diri-sendiri bahwa kitalah yang ikut andil dalam berbuat salah. Kayak satu keluarga yang saling menjaga bayi, nah suatu keika bayinya itu jatuh. Tanpa sadar, mereka langsung tunjuk-tunjukkan, ga becus lah, ga bisa jaga lah, dan lain-lain. Apa yang terjadi ketika saling tunjuk, mereka lupa apa bayi yang mereka jaga tersebut terluka, atau mengalami sakit dan harus segera diobati. Hal tersebut, mungkin sering terjadi pada kita dalam konteks lain, kita gagal kalah, tapi tidak instropeksi dan lebih sibuk mencari kesalahan yang orang lain buat. Dari situ apa yang kita dapat? keadaan bisa diperbaiki? Atau yang tadinya gagal bisa berhasil gara-gara salah-salahan? Oh, tentu tidak. Bahkan, lebih sering yang kita temui adalah masalah yang ada jadi lebih besar dan lebih banyak menimbulkan efek negatif.

Selalu berpikir untuk jangan mencari kesalahan orang lain dan siap ngelepasin apa yang udah terjadi. Usahakan juga, jangan nyari kambing hitam, tapi selalu tunjuk diri-sendiri apa sih yang bisa kita perbaiki? apa sih yang bisa kita improve? dan lain-lain. Selalu berpikirlah secara postif dan menatap kedepan

Jangan sampai juga, karena kita melihat orang lain gagal melakukan suatu hal, akhirnya kita jadi takut untuk melakukannya. Harus tetep maju, fight dan berani ambil resiko yang ada, dan salah satu resiko terbesarnya adalah harus bisa menerima apapun hasilnya atau istilah kasarnya gagal.

Tidak ada manusia yang bebas dari kesalahan, kegagalan dan juga kekalahan. Belajarlah bahwa bukan kita mahluk yang sempurna tanpa kegagalan, belajarlah untuk menerima kekalahan. Kegagalan dan kekalahan wajib kita hadapi dengan penuh instropeksi tanpa menyalahkan tapi dengan memperbaiki. Kita bukan hakim yang bisa mengadili bahwa orang itu bersalah dan harus dihukum. Dan kegaglan juga, kalau misalnya kita belajar dari Edison dia bilang bahwa dia tidak pernah gagal, hanya menemukan 999 jalan yang salah sebelum melewati jalan ke 1000 yang mendapat keberhasilan. Belajar kalah bukan karena lemah, tapi justru mempunyai hati yang besar kita kita mampu menerima kekalahan dengan baik.

Sekali lagi ketika gagal, coba tenang dulu, gausah langsung main tunjuk dan cari kambing hitam, marah juga ga ada gunanya dan ga balikin keadaan semula. Jauh lebih baik lagi menerima keadaan, cari solusi dan juga improve apa yang bisa kita kerjakan untuk hal selanjutnya.

Semangat guys.....

Wish u luck....

Written on November 30, 2017